kompas2.com – Di Pontianak, urusan bahan bakar bukan cuma soal suplai datang atau tidak. Ada sistem di belakangnya. Ada layar monitor, server, data yang bergerak nyaris tanpa jeda. Dan belakangan, sistem itu di perkuat.
Pertamina Patra Niaga melakukan pembenahan di Integrated Terminal (IT) Pontianak. Fokusnya: teknologi informasi. Bukan sekadar pembaruan perangkat, tapi memperkuat fondasi digital yang mengatur alur distribusi BBM di Kalimantan Barat. Wilayah yang luas, akses yang tidak selalu mudah, dan kebutuhan energi yang tak bisa di tunda.
Penguatan ini mencakup infrastruktur IT dan sistem pemantauan distribusi berbasis digital. Artinya, pergerakan stok—dari tangki penyimpanan sampai ke jalur pengiriman—bisa di pantau lebih terintegrasi. Data tidak lagi berdiri sendiri-sendiri. Semua terhubung. Harapannya jelas: pengelolaan stok lebih rapi, pengiriman lebih presisi, dan prosesnya lebih transparan.
Integrated Terminal Pontianak sendiri bukan fasilitas biasa. Ia simpul penting dalam rantai pasok energi Kalbar. Di sinilah BBM di terima, di simpan, lalu di distribusikan ke berbagai daerah. Dari kota hingga wilayah yang jaraknya berjam-jam perjalanan darat atau sungai. Kalau ada gangguan di titik ini, efeknya bisa menjalar cepat.
Manajemen Pertamina Patra Niaga menyebut optimalisasi teknologi sebagai langkah antisipatif. Untuk meminimalkan potensi hambatan distribusi. Untuk mempercepat respons ketika kebutuhan pasar melonjak. Sistem digital, kata mereka, membantu meningkatkan akurasi data. Dan dengan data yang lebih akurat, keputusan bisa di ambil lebih cepat. Lebih tepat.
Tentu saja, teknologi saja tidak cukup. Infrastruktur fisik tetap harus siap. Tangki penyimpanan, jalur distribusi, armada pengangkut. Begitu juga sumber daya manusia yang mengoperasikan semuanya. Sistem boleh canggih, tapi tetap ada orang-orang di belakang layar yang memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Langkah ini terasa relevan, terutama menjelang periode-periode tertentu ketika konsumsi BBM biasanya naik. Libur panjang. Perayaan. Atau momen lain yang mendorong mobilitas warga. Distribusi harus tetap lancar. Tidak boleh tersendat.
Di Kalimantan Barat, menjaga pasokan BBM bukan hanya soal bisnis. Ini soal memastikan aktivitas ekonomi tetap bergerak. Dan di IT Pontianak, penguatan sistem IT menjadi salah satu cara untuk memastikan roda itu terus berputar—tanpa jeda yang tak perlu.
