Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Tantangan Sudah Menunggu di Meja Kerja

kompas2.com – Pelantikan itu berlangsung rapi, penuh simbol, dan sedikit khidmat. Rabu siang (tanggal pelantikan), Thomas Djiwandono berdiri di hadapan pejabat tinggi negara dan jajaran Bank Indonesia. Resmi. Kini dia Deputi Gubernur.

Nama Djiwandono memang bukan nama baru di lingkaran ekonomi. Tapi jabatan ini—yang sekarang dia emban—datang dengan beban besar. Bukan sekadar prestise, tapi ekspektasi. Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia bahkan tak banyak basa-basi: tantangan sudah di depan mata. Dinamika global lagi goyang. Domestik? Tak kalah kompleks.

Thomas akan terjun langsung ke jantung strategi bank sentral: inflasi, nilai tukar, stabilitas sistem keuangan, pengawasan bank. Semuanya urusan yang tak bisa dijalankan setengah hati. Dan semuanya kini menunggu tanda tangannya.

Pelantikannya sendiri bukan datang tiba-tiba. Proses seleksi panjang. Fit and proper test. Saringan politik dan teknokrasi. Latar belakangnya di sektor keuangan jadi bekal utama. Tapi apakah itu cukup? Itu yang nanti akan diuji waktu.

Para ekonom, analis pasar, hingga pelaku industri memantau gerak ini dengan kacamata waspada. Struktur pimpinan BI boleh berubah, tapi kesinambungan arah kebijakan jadi harga mati. Karena kalau bank sentral goyah sedikit saja—efeknya bisa kemana-mana. Ke pasar. Ke investor. Ke harga cabai.

Di sisi lain, kehadiran Thomas juga diharap bawa angin segar. Koordinasi lintas sektor. Sinergi dengan kementerian keuangan. Percakapan yang lebih terbuka dengan pemangku kepentingan lain.

Kementerian Keuangan bahkan menyebut pelantikan ini sebagai langkah penting untuk memperkuat barisan. Karena dalam urusan ekonomi, satu lembaga saja tidak cukup. Semua harus jalan bareng. Dan Deputi Gubernur BI adalah salah satu kunci.

Sekarang, semua sorot mata mengarah ke kursi itu. Ke Thomas Djiwandono. Seberapa cepat ia bisa adaptasi? Seberapa tajam baca arah risiko? Seberapa konsisten menjaga kebijakan tetap waras di tengah gejolak?

Jawabannya belum keluar hari ini. Tapi ujian pertamanya, mungkin, sudah datang bahkan sebelum pidato sambutan selesai.