Arus Balik Jogja Mulai Reda, Tapi Gelombang Kedua Diprediksi Datang Akhir Pekan

kompas2 – Kalau sempat lewat jalur keluar Jogja beberapa hari terakhir, pasti terasa—ramai, bahkan sempat padat di titik-titik tertentu. Itu fase pertama arus balik. Dan sekarang, fase itu sudah lewat.

Setidaknya untuk sementara.

Volume kendaraan yang sebelumnya melonjak cukup tinggi mulai turun. Tidak sepadat kemarin-kemarin. Lalu lintas juga perlahan lebih terkendali, meski belum bisa di bilang benar-benar lengang.

Masih ramai, hanya saja tidak “sepadat itu”.

Tapi ceritanya belum selesai.

Karena ada satu hal yang mulai di antisipasi: gelombang kedua. Di perkirakan akan muncul menjelang akhir pekan. Biasanya datang dari pemudik yang memilih pulang belakangan—entah karena ingin menghindari puncak, atau memang baru punya waktu.

Dan jumlahnya tidak sedikit.

Jadi meski fase pertama sudah lewat, potensi kepadatan masih ada. Bahkan bisa kembali tinggi, tergantung kapan dan seberapa banyak kendaraan masuk di waktu yang sama.

Makanya, pengaturan di lapangan belum di longgarkan.

Rekayasa lalu lintas masih di siapkan, petugas tetap berjaga di titik-titik rawan, dan pemantauan terus berjalan. Tidak ada istilah selesai lebih awal. Karena pola arus balik memang sering datang bergelombang.

Kadang jeda, lalu naik lagi.

Pengguna jalan juga diingatkan untuk tidak terlalu santai melihat kondisi yang mulai longgar. Justru di fase seperti ini, banyak yang lengah. Padahal kalau gelombang kedua datang bersamaan, situasinya bisa cepat berubah.

Jadi di sarankan tetap atur waktu perjalanan. Hindari jam-jam padat, kalau bisa. Cek kondisi lalu lintas sebelum berangkat—sekarang aksesnya sudah mudah, tinggal mau di pakai atau tidak.

Dan satu hal yang sering di ulang, tapi tetap penting: kondisi kendaraan dan stamina.

Karena perjalanan balik itu bukan cuma soal kapan berangkat, tapi juga bagaimana sampai dengan aman.

Untuk sekarang, Jogja memang sudah melewati puncak pertama. Tapi kalau melihat polanya, akhir pekan nanti bisa jadi cerita yang berbeda lagi.