kompas2.com – Awalnya terdengar seperti lelucon.
Hiu. Kokain. Dua kata yang rasanya tidak seharusnya ada dalam satu kalimat.
Tapi dari penelitian di Bahama, temuan itu muncul. Beberapa hiu di sana terdeteksi mengandung zat tersebut. Dan begitu kabar ini keluar, reaksi orang hampir sama: bingung dulu, baru percaya belakangan.
Karena faktanya memang ada.
Penjelasannya tidak instan. Tidak juga sederhana.
Yang paling masuk akal—dan ini yang di duga peneliti—berkaitan dengan aktivitas manusia. Terutama soal pembuangan narkotika ilegal ke laut. Kasus penyelundupan yang gagal, misalnya. Barang di buang begitu saja. Hilang dari radar, tapi tidak benar-benar hilang.
Masuk ke laut.
Selain itu, ada juga kemungkinan dari limbah. Jalur yang lebih “tenang”, tapi efeknya sama. Zat kimia mengalir, bercampur dengan air, lalu masuk ke ekosistem tanpa banyak yang sadar.
Pelan-pelan.
Dari situ, zat seperti kokain bisa menyebar. Tidak langsung ke hiu. Tapi lewat rantai makanan. Organisme kecil dulu, lalu naik. Sampai akhirnya ke predator seperti hiu.
Dan di titik itu, baru terlihat.
Soal dampaknya, ini yang masih belum terang.
Peneliti belum bisa memastikan sepenuhnya. Apakah memengaruhi perilaku hiu, apakah ada efek jangka panjang—semuanya masih di cari jawabannya. Tapi satu hal sudah jelas: ini bukan kondisi yang seharusnya terjadi.
Dan itu cukup untuk jadi alarm.
Karena kalau hiu saja bisa terpapar, artinya lingkungannya sudah berubah. Tidak bersih lagi seperti yang di bayangkan. Ada sesuatu yang masuk—dan tidak seharusnya ada di sana.
Masalahnya juga tidak berhenti di kokain.
Ini lebih luas. Tentang laut yang mulai menampung terlalu banyak hal dari darat. Limbah, zat kimia, sisa aktivitas manusia yang tidak pernah benar-benar “hilang”. Hanya berpindah tempat.
Ke laut.
Peneliti mulai menyoroti itu. Pengawasan aktivitas ilegal, pengelolaan limbah—dua hal yang sering di sebut, tapi tidak selalu di jalankan dengan serius.
Padahal dampaknya sudah mulai terlihat.
Kasus hiu di Bahama ini mungkin terdengar aneh di awal. Tapi kalau di lihat lebih dalam, ini bukan cerita aneh.
Ini tanda.
