kompas2 — Api tiba-tiba muncul di Pasar Lemahabang, Rabu dini hari, sekitar pukul 02.00. Tak lama, kepulan asap hitam menutup langit pasar. Teriakan pedagang mulai terdengar.
Panik. Banyak yang tak sempat berpikir panjang.
Beberapa langsung lari. Ada yang balik arah, masuk ke dalam lagi — mencoba selamatkan barang dagangan. Sebagian lainnya hanya bisa berdiri bingung, karena asap sudah terlalu tebal.
Api Menjalar Cepat, Situasi Tak Terkendali
Menurut saksi di lokasi, api awalnya terlihat dari satu kios di blok tengah. Tak butuh waktu lama, merambat ke deretan lapak di sampingnya.
“Cepat banget apinya. Kayak dari bawah. Terus langsung nyambar ke tenda sebelah,” kata Yudi, salah satu pedagang yang sempat melihat langsung dari pintu belakang.
Kondisi pasar saat itu belum sepenuhnya sepi. Masih ada beberapa pedagang beraktivitas. Saat api muncul, sebagian besar dari mereka terkejut. Ada yang sempat lari ke arah pintu utama, tapi jalur keluar padat.
Minim jarak pandang. Asap menutup semuanya.
Pemadam Kebakaran Kerja Keras di Lokasi
Petugas datang sekitar 20 menit setelah laporan masuk. Langsung masuk dari sisi utara pasar.
Proses pemadaman tidak mudah. Banyak barang dagangan mudah terbakar — plastik, kayu, dan tumpukan kardus.
“Kami kesulitan di awal karena aksesnya sempit dan api cepat menyebar,” ujar seorang petugas Damkar di lokasi.
Selain pemadam, aparat kepolisian juga di kerahkan. Mereka menutup seluruh akses masuk ke area pasar. Tujuannya jelas: jangan ada yang nekat masuk ke dalam.
Belum Ada Korban Jiwa, Kerugian Di taksir Besar
Hingga api berhasil di jinakkan sekitar pukul 04.30, belum ada laporan korban jiwa. Tapi kerugian? Di duga besar.
Sejumlah kios hangus. Barang dagangan ludes. Beberapa pedagang hanya bisa terduduk, melihat sisa lapak mereka jadi abu.
Petugas masih lakukan penyisiran. Sekaligus mulai pendataan dan penyelidikan awal.
Penyebab kebakaran belum dipastikan. Tapi pihak berwenang mengatakan akan memeriksa lebih lanjut, termasuk kemungkinan korsleting listrik.
