Ono Surono Desak Lucky Hakim Cari Solusi Penyapu Koin di Jembatan Sewo, Soroti Risiko Keselamatan

kompas2 – Di atas aspal yang panas, di antara truk-truk besar yang melaju kencang, ada pemandangan yang bagi sebagian orang mungkin sudah biasa. Beberapa orang berdiri di sisi jalan. Menunggu. Lalu menunduk cepat ketika koin berjatuhan.

Itulah yang terjadi di Jembatan Sewo.

Fenomena penyapu koin ini kembali disorot setelah anggota DPR RI, Ono Surono, angkat suara. Ia secara terbuka menantang Lucky Hakim untuk segera mencari solusi. Bukan sekadar komentar. Ia menyebut aktivitas itu berbahaya.

Dan memang, sulit membantahnya.

Koin Kecil, Risiko Besar

Praktik ini bukan cerita baru. Pengendara yang melintas di jalur penghubung Indramayu–Subang itu kerap melempar koin dari jendela kendaraan. Entah sebagai bentuk sedekah spontan, entah karena kebiasaan yang terus di wariskan tanpa banyak di pikir ulang.

Di bawahnya, orang-orang sudah bersiap.

Mereka berdiri dekat badan jalan. Kadang terlalu dekat. Begitu koin menyentuh aspal, mereka bergerak cepat, menyapu dengan tangan atau alat seadanya. Sementara kendaraan lain tetap melintas dengan kecepatan tinggi.

Risikonya jelas. Satu langkah terlambat, satu kendaraan oleng, bisa berujung fatal.

Ono Surono menilai ini bukan hanya persoalan sosial. Ini soal keselamatan. Jalan nasional bukan ruang untuk aktivitas seperti itu.

Tantangan untuk Pemerintah Daerah

Dalam pernyataannya, Ono meminta Bupati Lucky Hakim tidak tinggal diam. Menurutnya, pemerintah daerah punya tanggung jawab untuk menangani fenomena yang terjadi di wilayahnya, apalagi jika menyangkut keselamatan publik.

Namun ia juga mengingatkan, pendekatannya tak bisa sekadar penertiban.

Karena di balik aktivitas menyapu koin itu, ada persoalan ekonomi. Ada orang-orang yang mungkin menggantungkan penghasilan dari koin receh yang di lempar pengendara. Menertibkan tanpa solusi bisa memindahkan masalah, bukan menyelesaikan.

Di sinilah tantangannya.

Fenomena Lama, Sorotan Baru

Penyapu koin di Jembatan Sewo sebenarnya sudah lama jadi pembicaraan. Banyak pengguna jalan yang merekam atau menceritakan pengalaman mereka melintas di sana.

Sebagian merasa iba. Sebagian lagi khawatir. Ada juga yang menganggap kebiasaan melempar koin justru memperpanjang praktik berbahaya itu.

Setiap kali viral, perbincangan muncul lagi. Lalu mereda. Dan aktivitasnya tetap berjalan.

Karena itu, Ono menekankan perlunya langkah terpadu. Bukan hanya dari pemerintah daerah, tapi juga aparat keamanan dan pihak terkait lainnya. Koordinasi di butuhkan agar solusi yang di ambil tak setengah-setengah.

Menghentikan aktivitas di jalan penting. Tapi memastikan masyarakat yang terlibat punya alternatif penghidupan juga tak kalah penting.

Di Jembatan Sewo, koin-koin kecil itu mungkin nilainya tak seberapa. Namun risiko yang menyertainya jauh lebih besar. Dan selama belum ada solusi nyata, pemandangan itu akan terus berulang—di tengah deru kendaraan yang tak pernah benar-benar berhenti.