kompas2.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mulai menyasar Sekolah Rakyat.
Lewat program baru, mereka menyiapkan dua hal: akses internet dan literasi digital.
Targetnya jelas—agar pembelajaran berbasis teknologi bisa di nikmati lebih merata. Bahkan di tempat yang selama ini sulit di jangkau infrastruktur digital.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, bilang bahwa konektivitas itu dasar. Tanpa internet, siswa dan guru akan tertinggal dari arus informasi.
“Ini soal fondasi pendidikan masa depan,” kata Meutya dalam keterangannya. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh siswa punya akses ke sumber belajar digital.
Tapi koneksi saja tidak cukup. Kemkomdigi juga siapkan pelatihan. Ada program literasi digital yang menyasar semua—siswa, guru, bahkan pengelola sekolah. Materinya soal dasar teknologi, cara pakai internet yang aman, juga etika digital di kelas.
Bukan hanya bisa online. Tapi juga tahu cara mengelola informasi. Menghindari hoaks. Menjaga privasi. Itu yang ingin ditekankan dalam program ini.
Kemkomdigi menyebut literasi digital sebagai bagian penting. Karena kalau hanya mengejar akses, tanpa pemahaman, manfaatnya tidak maksimal.
Sekolah Rakyat di pilih karena jangkauannya luas. Mereka menyasar kelompok masyarakat yang tak selalu terlayani pendidikan formal secara penuh.
Dengan internet dan pelatihan digital, di harapkan siswa-siswa di sekolah semacam itu bisa tetap dapat kualitas belajar yang layak. Aman. Inklusif. Meski lokasinya jauh dari pusat kota.
Program ini bakal digulirkan bertahap. Pemerintah pusat, daerah, dan kementerian lain akan di libatkan.
Kemkomdigi menegaskan: evaluasi rutin akan di lakukan. Tujuannya memastikan fasilitas dan materi benar-benar di gunakan, bukan sekadar di adakan.
