kompas2 – Presiden terpilih Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Hambalang. Lokasinya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pertemuan itu berlangsung belum lama ini, membahas penguatan sektor industri nasional.
Sorotan utamanya: penguatan industri tekstil.
Isu ini mendesak. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tengah goyah. Permintaan melemah, sementara banjir produk impor tak terbendung. Pemerintah menyebut sektor ini strategis—karena menyerap banyak tenaga kerja dan menopang ekonomi dalam negeri.
Di pertemuan tertutup itu, Prabowo minta para menterinya duduk bareng. Menyusun kebijakan yang tidak hanya reaktif, tapi komprehensif. Dari hulu ke hilir, semua aspek perlu di sentuh.
Pengamanan pasar domestik jadi prioritas. Tapi bukan itu saja. Iklim usaha juga perlu di benahi. Industri padat karya, seperti tekstil, harus tetap punya napas. Harus bertahan, dan kalau bisa, bersaing.
“Saya ingin koordinasi lintas kementerian berjalan. Jangan sampai tumpang tindih atau sektoral,” begitu kurang lebih arahan Prabowo.
Pemerintah ingin langkah penguatan ini berkelanjutan. Tidak hanya tambal sulam. Bukan solusi jangka pendek semata.
Isu lain juga sempat di bahas. Masih soal industri strategis, tapi lebih luas. Fokusnya pada ketahanan ekonomi nasional.
Pemerintah menegaskan komitmennya. Mereka tak ingin sektor industri dalam negeri tumbang satu per satu. Apalagi di tengah situasi global yang tidak pasti.
Hasil pertemuan di Hambalang itu akan segera di terjemahkan jadi kebijakan konkret. Targetnya: kepastian bagi pelaku usaha, perlindungan bagi tenaga kerja, dan penguatan struktur industri secara menyeluruh.
