Jember Rayakan HUT ke-97 Tanpa Pesta Rakyat, Pilih Fokus pada Korban Bencana

kompas2 – Tak ada panggung hiburan. Tak ada pesta meriah di alun-alun.

Jember memilih cara berbeda untuk memperingati ulang tahun ke-97.

Pemerintah kabupaten menggelar rangkaian acara sederhana. Tanpa keramaian. Tanpa euforia.

Keputusan itu di ambil karena satu alasan: empati.

Bencana Masih Terasa, Pesta Di tiadakan

Sejumlah wilayah di Jember masih berjuang pulih dari bencana. Belum tuntas.

Pemerintah daerah menyadari itu. Lalu memilih meniadakan pesta rakyat.

Tak ada musik, tak ada karnaval. Tahun ini, hari jadi digelar tanpa sorak-sorai.

Upacara Tetap Ada, Tapi Sederhana

Meski tanpa hiburan massal, peringatan HUT tetap berjalan. Seremonial tetap ada. Doa lintas agama juga di gelar.

Agenda fokus pada refleksi. Menengok ke belakang, mengevaluasi langkah selama hampir satu abad.

Momen ini, kata pejabat setempat, di pakai untuk memperkuat komitmen. Terutama dalam pelayanan publik.

Nilai Utama: Kebersamaan

Pesan pemerintah jelas. Hari jadi bukan sekadar selebrasi.

Ini soal solidaritas. Tentang mengingat yang sedang susah, bukan hanya yang bisa bersuka cita.

Warga di ajak terlibat. Bukan datang menonton konser, tapi membantu sesama. Dalam bentuk apa pun.

Bukan Seremonial Kosong, Tapi Refleksi

Di balik peringatan yang hening, ada niat besar. Jember ingin bergerak ke arah yang lebih inklusif.

Pemerintah bilang, pembangunan harus menyentuh sisi kemanusiaan. Tak cuma soal angka dan proyek.

Apalagi di tengah bencana, ketahanan wilayah dan empati tak bisa di pisah.