Rumah Panggung di Polewali Mandar Ludes Terbakar Saat Pemilik Tarawih

kompas2.com – Malam itu seharusnya tenang. Warga pergi ke masjid, sebagian menutup pintu rumah lebih awal karena sedang Ramadan. Di salah satu sudut Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sebuah rumah panggung di tinggal pemiliknya untuk salat tarawih. Tak lama kemudian, api muncul.

Awalnya kecil. Lalu membesar. Cepat sekali.

Rumah itu berbahan kayu—dinding, tiang, lantai, hampir semuanya. Begitu api menemukan celah, ia seperti tak mau berhenti. Dalam hitungan menit, kobaran sudah terlihat dari kejauhan. Warga yang pertama kali menyadari berteriak meminta bantuan. Ember-ember air di angkat. Selang seadanya di tarik. Upaya manual, serba darurat.

Tapi kayu kering di malam hari bukan lawan yang mudah.

Api terus menjalar, melahap bagian demi bagian sampai akhirnya rumah panggung itu runtuh dan rata dengan tanah. Tidak banyak yang bisa di selamatkan. Barang-barang di dalamnya ikut hangus. Kenangan, perabot, dokumen—semua tersapu.

Petugas pemadam kebakaran datang setelah laporan di terima. Fokus utama mereka bukan lagi menyelamatkan bangunan itu, melainkan mencegah api merembet ke rumah lain di sekitarnya. Di kawasan dengan jarak bangunan yang relatif dekat, satu titik api bisa berarti bencana berantai. Beruntung, setelah upaya pemadaman, kobaran berhasil di kendalikan.

Tidak ada korban jiwa. Itu yang paling penting.

Pemilik rumah baru mengetahui musibah itu saat masih berada di masjid, menjalankan salat tarawih. Rumah dalam keadaan kosong ketika api mulai membesar. Ia pulang bukan untuk membuka pintu seperti biasa, melainkan menyaksikan rumahnya sudah jadi arang.

Kerugian di taksir cukup besar. Seluruh bagian rumah habis terbakar. Nyaris tak tersisa.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih di selidiki. Aparat melakukan pendataan di lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dugaan awal belum bisa di pastikan. Apakah korsleting listrik, atau faktor lain, masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali mengingatkan hal yang sering terdengar, tapi kerap dianggap sepele: memastikan kondisi rumah aman sebelum di tinggalkan, terutama pada malam hari. Listrik, kompor, sambungan kabel—hal-hal kecil yang kadang luput di periksa.

Di Polewali Mandar, satu rumah panggung sudah hilang. Yang tersisa hanya puing dan bau kayu terbakar yang masih samar di udara malam.