Puluhan Paus Pilot Terdampar di Rote Ndao, Enam Tewas — Warga Berjuang Dorong Sisanya Kembali ke Laut

kompas2 – Pagi itu, garis pantai Rote Ndao berubah jadi pemandangan yang tidak biasa. Bukan wisatawan, bukan perahu nelayan—melainkan puluhan paus pilot yang tergeletak di pasir. Lebih dari 50 ekor, kata warga. Enam sudah tak bergerak saat di temukan. Sisanya masih menggeliat pelan, seperti kebingungan dengan keadaan yang tiba-tiba.

Warga yang mendengar kabar itu berdatangan. Tidak menunggu instruksi siapa pun, mereka langsung turun tangan: mengguyur tubuh paus dengan air, menarik perlahan bagian ekor, berusaha mengarahkan yang masih kuat kembali ke laut. Ada yang menangis sambil mendorong, ada yang pasrah ketika beberapa paus terlalu lemah untuk bergerak.

Petugas dari dinas terkait menyusul datang. Mereka menata ulang upaya penyelamatan yang sebelumnya di lakukan spontan oleh masyarakat. Beberapa paus bisa kembali ke air, tetapi tidak semua. Beberapa ekor terlihat hanya bisa mengangkat kepala sebelum kembali terdampar oleh ombak kecil.

Fenomena terdamparnya paus pilot memang bukan hal asing di wilayah pesisir Indonesia. Para ahli biasanya menyebut sejumlah kemungkinan: perubahan kondisi laut, gangguan navigasi sonar alami paus, atau faktor lingkungan lain yang sulit di lihat kasatmata. Namun, ketika puluhan paus muncul di satu lokasi sekaligus, penjelasan ilmiah terasa kecil di bandingkan kejutan yang di saksikan warga.

Sepanjang hari, proses penyelamatan berjalan. Ada yang berhasil di dorong kembali ke perairan lebih dalam, ada yang akhirnya tak tertolong. Petugas masih memantau area pesisir untuk memastikan tidak ada kawanan lain yang mengikuti jejak kelompok pertama.

Pantai Rote Ndao yang biasanya tenang kini menyimpan cerita muram: perjuangan ratusan tangan manusia untuk menyelamatkan makhluk laut raksasa yang entah bagaimana tersesat menuju daratan.