kompas2.com – Jalan itu sebenarnya tidak panjang-panjang amat. Tapi rusaknya cukup bikin orang waswas.
Di salah satu sudut Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, lubang-lubang menganga sudah jadi pemandangan harian. Saat kemarau, masih bisa di hindari meski harus zigzag kecil-kecilan. Begitu hujan turun, ceritanya beda. Lubang tertutup genangan. Pengendara menerka-nerka. Dalam atau tidak? Aman atau tidak?
Beberapa kali nyaris ada yang jatuh. Motor oleng. Mobil melambat mendadak. Klakson bersahutan. Warga sekitar melihat itu hampir tiap hari.
Kerusakan jalan ini bukan cerita baru. Sudah lama di keluhkan. Sudah sering di bicarakan di pos ronda, di teras rumah, bahkan mungkin di warung kopi. Tapi lubangnya tetap di sana. Tidak mengecil. Justru seperti menunggu korban berikutnya.
Akhirnya warga memutuskan berhenti menunggu.
Kotak amal yang biasanya beredar untuk kegiatan sosial atau kebutuhan mendesak, kali ini punya fungsi lain. Dari rumah ke rumah, dari satu tangan ke tangan lain, warga menyisihkan uang seadanya. Tidak besar. Tapi dikumpulkan bersama-sama, cukup untuk membeli semen, pasir, dan material lain.
Sederhana saja. Tidak ada alat berat. Tidak ada papan proyek. Yang ada cuma semangat gotong royong.
Beberapa warga turun langsung mengecor bagian jalan yang berlubang. Ada yang mengaduk semen, ada yang meratakan permukaan, ada pula yang mengatur lalu lintas agar kendaraan pelan-pelan melintas di sisi yang masih aman. Pekerjaan di lakukan seadanya, tapi serius. Karena mereka tahu persis, jalan itu mereka sendiri yang pakai setiap hari.
Apalagi saat musim hujan. Air menggenang, lubang tak terlihat, dan risiko kecelakaan meningkat. Roda dua paling rentan. Sekali salah pijak, bisa terpeleset. Itu yang ingin di cegah.
Perbaikan ini memang bukan proyek besar. Hanya menutup titik-titik rusak yang paling parah. Tapi setidaknya, risiko bisa ditekan. Jalan tidak lagi terlalu berbahaya seperti sebelumnya.
Bagi warga, langkah ini bukan sekadar memperbaiki aspal yang pecah. Ini soal kepedulian terhadap fasilitas umum yang mereka gunakan bersama. Soal rasa tanggung jawab, meski sebenarnya itu bukan sepenuhnya kewajiban mereka.
Mereka menyebutnya solusi sementara. Tambal dulu, supaya aman. Sambil menunggu, entah kapan, ada penanganan yang lebih permanen dari pemerintah daerah.
Sampai sekarang belum ada keterangan resmi soal rencana perbaikan menyeluruh. Jalan yang sudah di cor itu kini jadi penanda kecil: bahwa warga pernah bergerak sendiri karena keadaan mendesak.
Dan setidaknya untuk sementara, pengendara yang melintas bisa sedikit lebih tenang. Tidak lagi menebak-nebak lubang di balik genangan air.
