Panic Buying BBM di Aceh, Antrean Kendaraan Mengular hingga 1 Kilometer

kompas2 – Pemandangan yang tidak biasa terlihat di sejumlah SPBU di Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Kendaraan mengantre panjang—bukan hanya beberapa meter, tapi sampai mendekati satu kilometer.

Motor berderet. Mobil ikut menyusul di belakangnya. Sebagian pengendara bahkan harus menunggu cukup lama sebelum akhirnya bisa sampai ke pompa pengisian.

Situasi ini muncul setelah kekhawatiran soal pasokan bahan bakar mulai beredar di masyarakat. Banyak warga memilih segera mengisi BBM, khawatir kalau-kalau nanti stoknya terbatas. Reaksinya hampir serempak. Orang datang ke SPBU dalam waktu yang hampir bersamaan.

Hasilnya, antrean pun memanjang.

Di beberapa lokasi, sepeda motor terlihat mendominasi barisan kendaraan. Namun mobil juga tidak sedikit. Mereka menunggu giliran, bergerak perlahan menuju area pengisian.

Sejumlah warga yang ikut mengantre mengaku datang karena khawatir tidak kebagian bahan bakar jika menunda terlalu lama. Kekhawatiran itu muncul setelah pernyataan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, ramai dibicarakan di berbagai percakapan publik.

Entah dari mana awalnya, tapi informasi tersebut menyebar cepat. Dari percakapan warga, media sosial, sampai obrolan di warung kopi.

Ketika kabar seperti ini menyebar, reaksi masyarakat biasanya langsung terlihat di lapangan. Orang memilih berjaga-jaga. Isi tangki lebih dulu.

Dan ketika banyak orang berpikir dengan cara yang sama pada waktu yang sama, antrean panjang hampir tidak terhindarkan.

Lonjakan kendaraan ke SPBU terjadi dalam waktu relatif singkat. Petugas di lapangan pun harus mengatur arus kendaraan agar proses pengisian tetap berjalan tertib.

Di sisi lain, pihak terkait mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Pasokan BBM disebut masih tersedia dan distribusi tetap berjalan seperti biasa.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga ikut memantau situasi ini. Fokusnya satu: memastikan distribusi bahan bakar tetap terkendali, sekaligus mencegah kepanikan yang bisa memperparah antrean di SPBU.